First Day Matkul Pengantar Rekayasa dan Desain

Uwaw, tidak terasa semester dua telah tiba. Yaa, kenalin namaku Nayotama Pradipta, panggilannya Nayo, sekarang lagi menempuh pendidikan di salah satu universitas di Indonesia. Aku mau nyampein nih tentang sesuatu eaaa. Jadi, aku tuh baru aja ngikutin perkuliahan namanya Pengantar Rekayasa dan Desain. Nah, pada pertemuan pertama, kami, para mahasiswa, disuruh pindah ke perkuliahan lain. O iya, btw, aku kuliah secara online, jadi kuliahnya lewat aplikasi meeting, :'( so sad. Singkat cerita, kami disuruh liat kuliah publik. Aku juga baru tau ada yang namanya kuliah publik hehehe. Jadi untuk kuliah publik, semua orang boleh mengikutinya. 

Topik perkuliahannya tentang "Sistem Cerdas Untuk Peningkatan Kualitas Hidup". Pembicaranya guru besar di bidang Teknologi Informasi, bukan kaleng-kaleng. Pas aku masuk ke ruangan zoom, kuliah udah dimulai. Dan wow! Bahasannya sangat berbobot guys wkwkwk. Garis besarnya sih njelasin tentang pemanfaatan teknologi dan kecerdasan sistem untuk meningkatkan kualitas hidup. Kita dikenalkan dengan konsep Smartization, yaitu konsep untuk merealisasikan sebuah komunitas yang serba smart, mulai dari kenyamanan, efisiensi, keamanan, hingga kredibilitas pake bantuan ICT (Information and Communication Technology). Konsep Smartization ini merupakan sebuah journey, atau perjalanan yang perlu kita lalui sebagai suatu bangsa yang masih dalam status berkembang. Untuk merealisasikannya, tentunya ada step-stepnya. Yang pertama yaitu mempersiapkan leadership, lalu membuat strategi, dilanjutkan dengan mencari kesempatan, lalu baru di-digitalisasikan. Selanjutnya diharapkan setelah konsep itu diterapkan, nantinya akan terbentuk smart society. Society ini meningkatkan potensial teknologi digital dan networking supaya kualitas hidup masyarakat yang tinggal di dalamnya meningkat. 

Fun fact, tubuh kita juga bisa dianggap sebagai smart system soalnya tubuh kita ini begitu lihai dalam meregulasi dan menjaga kesehatan dengan bantuan subsistem-subsistem. Alhasil kita bisa hidup hingga puluhan, bahkan ada yang ratusan tahun. Smart system sendiri adalah generasi anyar ICT yang digabungin sama AI, machine learning, dan IOT untuk diaplikasikan ke dalam konsep Smartization. 

Dosennya juga nampilin slide yang menurutku cukup intriguing. Di slide itu, digambarkan bahwa perkembangan zaman memungkinkan campur tangan manusia untuk berkurang dalam dunia industri. Di gambarnya, dijelasin perubahan menyetir, dari yang pertama full campur tangan manusia, terus ada fitur self-driving, hingga akhirnya full otomatis. Padahal, 10 tahun yang lalu gk kebayang bakal ada mobil yang bisa nyetir dengan sendirinya. 

Kenapa sih kok perlu konsep smartization?? Jadi gini guyss... semua ini balik lagi untuk merealisasikan visi Indonesia Emas 2045. Menurut pembicaranya, terdapat 5 bidang prioritas kecerdasan artifisial, yaitu layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan & riset, ketahanan pangan, dan mobilitas & kota cerdas. Truss, ada 4 area yang difokuskan, yaitu riset & inovasi industri, infrastruktur & data, pengembangan talenta, dan etika & kebijakan. 

Kita juga diberikan gambaran model dari smart system dan smart x, kompleks banget dah asli. Inti yang aku bisa ambil yaitu diperlukan smart people, smart infrastructure technology & environment, dan smart governance untuk menghasilkan smart economy, smart society, dan smart environment. Jika semua ini terpenuhi, maka terbentuklah smart city, yaitu kota yang dapat menggunakan sumber daya dengan efektif dan efisien untuk memecahkan masalah dan meningkatkan Quality of Life.

Muncullah pertanyaan baru, apa sih sebenernya quality of life? QOL (Quality of Life) adalah kesejahteraan individu secara umum dengan mempertimbangkan kekayaan, pekerjaan, lingkungan, kesehatan, pendidikan, rekreasi, dan kehidupan sosial.

Ternyata, sudah ada living lab untuk mengetes konsep Smartization ini dalam skala kecil, yaitu memilih bagian kota yang kecil dan dapat dimanage. Tentu aja ada tantangan dari penerapan konsep ini, yaitu dibutuhkannya implementasi yang tepat dan kontinu supaya jadi contoh yang baik. Kami dikenalkan dengan berbagai macam sistem juga seperti SMART Logistics, Battlefield Management System, CityCore, ISSP, Viana, dll. Hingga sekarang, masih berlangsung berbagai macam riset information technology seperti aplikasi pengecekan emosi manusia, yang tentunya akan membantu mendekatkan Indonesia lebih dekat menuju smartization. 

Hiyaaa.... gk kerasa udah di penghujung acara.. eitsss... penghujung blog hehe. Kurang lebih gitu aja sih yang aku pingin sampein di blog ini. See you next time ! ≧◡≦ 


 

Comments